Gelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Pelatihan “Harmiadi SH” Mengatakan, Pernikahan Bukanlah Hal Yang Mudah

Berita72 Dilihat

CLS NEWS CO Id – MALANGKE BARAT – Pemerintah Desa Cenning, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Pelatihan Pengasuhan Positif Berbasis Anak

Acara sosialisasi dilaksanakan selama dua hari di Aula Kantor Desa Cenning, dibuka secara resmi oleh Harmiadi, SH, pada Jumat 15 Oktober 2021 dan berakhir hari ini pada tanggal 16 Oktober 2021

Jumlah peserta sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini sebanyak 38 orang dan jumlah peserta pelatihan pengasuhan positif berbasis anak sebanyak 20 peserta

Adapun Kegiatan ini Di sampaikan pada Kru Media CLS News.co.id Melalui via whashAp yang Turut hadir Dalam acara sosialisasi ini, Ketua TP-PKK Desa Cenning Kader posyandu, Kader KB, Kader Desa siaga, Guru Tk, Pegawai Syara’/Pendeta, Tokoh Perempuan, Kepala Dusun

Sedangkan pemateri antara lain=
Ramlan. M. S.IP ( PMD), Alyas. S. Ag ( KUA), IPDA Tadius P. SH (Wakapolsek/Malangke Barat),
Dr. SUDERI (Puskesmas Malangke Barat),
Sri Dewi. A. SKM ( DP3AP2KB),
Nurdalia Jaluddin. SE ( DP3AP2KB),
Yuli Indrawati (FASILITATOR Kabupaten ), Musdalipa. S.Pd. M.Pd ( Fasilitator Kabupaten), Nasaruddin B. SE ( Kecamatan Malangke Barat )

Dalam sambutanNya “Harmiadi SH”, selaku Kepala Desa Cenning mengatakan, pernikahan bukanlah hal yang mudah, karena didalamnya terdapat banyak konsekuensi yang harus dihadapi kedepannya

“Bagi individu yang telah memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan perkawinan, mungkin akan mudah menjalani dan menghadapi berbagai konsekuensinya. Sebaliknya, bagi yang belum, sebaiknya menunda atau mendewasakan terlebih dahulu usia perkawinan,” imbuhnya

Lebih lanjut Harmiadi SH mengatakan, idenya suatu pernikahan adalah apabila antara pasangan suami istri memiliki kematangan, baik dari segi biologis maupun psikologis, bahkan dari aspek kesiapan sosial dan ekonomi

“Kematangan biologis adalah apabila seseorang telah cukup usia maupun dari segi fisik dan materi. Sedangkan kematangan psikologis adalah bila seseorang telah dapat mengendalikan emosinya dan dapat berpikir secara baik, dapat menempatkan persoalan sesuai dengan keadaan,” ucapnya

Menurutnya, sosialisasi pencegahan pernikahan dini tersebut sangat penting untuk sama-sama dipahami dan disosialisasikan kepada masyarakat, terutama kepada para pelajar sekolah yang usianya belum cukup untuk menjalani kehidupan rumah tangga
kata Harmiadi , dampak dari pernikahan dini apabila ditinjau dari aspek psikologis, dan aspek sosial akan sangat berpengaruh terhadap individu pelaku pernikahan dini tersebut Ucapnya (HS)

Komentar