Kakao Luwu Utara Dilirik Produsen Cokelat Asal Perancis

Berita19 Dilihat

Keterangan: “Julien Desmedt, Pengusaha asa Perancis saat berbincang dengan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani” 

CLS NEWS.CO.Id — Luwu Utara — Kakao Luwu Utara mulai dilirik produsen cokelat Valrhona asal Perancis.

Julien Desmedt yang datang menemui Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pagi tadi, Selasa (12/7) di ruang kerjanya mengungkapkan kakao Luwu Utara sangat potensial.

“Saya sangat suka kakao Luwu Utara karena aromanya yang sangat wangi, tapi masih ditemukan kadmium di dalamnya. Saya rasa ini disebabkan dari unsur tanah, oleh karena itu kami akan coba mengambil sampel lagi di beberapa petani,” kata Julien.

“Kebutuhan pengembangan kakao saat ini tidak sebatas hanya volume produksi. Diperlukan adanya konsep pengembangan berkelanjutan dalam proses awal hingga menghasilkan kakao berkualitas. Tujuannya agar perusahaan mendapatkan jaminan kualitas serta metode pengembangan yang telah dilakukan,” lanjutnya.

Ia meyakini, dengan dukungan dan pendampingan Pemda bersama Rainforest Alliance, ke depan bisa dihasilkan kakao premium yang berkualitas.

“Terima kasih atas dukungan ibu bupati.Kami berharap dari sampel yang kita ambil berikutnya ini hasilnya sudah baik. Sebab ini nantinya merupakan kemitraan jangka panjang dan kami punya standar yang telah ditetapkan,” pungkas Julien yang hadir bersama pihak Rainforest Alliance dan Kepala Bappelitbangda, Alauddin Sukri.

Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menuturkan, prinsipnya Pemda terus mensupport terutama proses edukasi kepada petani.

“Sekarang untuk jangka pendeknya kita harus mengambil sampel sebanyak mungkin dari beberapa petani kakao karena tidak  semuanya unsur tanah kita mengandung kadmium. Kemudian juga akan kita komunikasikan dengan LP2M Unhas untuk meneliti hal tersebut,” tutur orang nomor satu di Luwu Utara itu.

Ia berharap dari project tractions kakao dapat dilakukan pembinaan kepada petani sehingga menghasilkan biji kakao fermentasi yang sesuai standar dengan kualitas terbaik.

“Sehingga memiliki nilai jual dan nilai tambah yang dapat dinikmati petani. Tentu, tujuannya berujung pada peningkatan kesejahteraan petani kita dan kakao lestari,” jelas bupati perempuan pertama di Sulsel ini. (Rn)

Liputan : RaNia KaNi.

Komentar