Mahasiswa di Palopo Unjuk Rasa di Depan Polres Palopo Sebagai Bentuk Aksi Solidaritas, Atas Penangkapan Aktivis di Lutim

Berita113 Dilihat

CLS NEWS.Co.id — PALOPO, — Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Lingkar Tambang PT Vale Indonesia Tbk (KAMAR-LTVI) gelar aksi unjuk rasa di
Jalan Opu Tosapaile Kelurahan Boting Kecamatan Wara, tepat depan Kantor Polres Palopo Sulawasi Selatan (Sulsel), Jumat 1 April 2022.Sekitar Pukul 14:00 Wita

Aksi unjuk rasa atau penyampaian aspirasi tersebut merupakan aksi solidaritas , buntut dari penangkapan aktivis lingkar tambang yang ada di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) Sulsel, beberapa waktu lalu, yakni, Ulla, Nimbrod, dan Eka.

Sebagai bentuk aksi solidaritas, dan respon terhadap peristiwa di kabupaten Luwu Timur itu, Koalisi Advokasi Masyarakat Lingkar Tambang PT Vale Indonesia,Tbk, yang berada di Kota Palopo, menggelar aksi dengan long march, dari perempatan Lapangan Gaspa,hingga menuju Polres Kota Palopo, sembari berorasi.

Jenderal lapangan Muh.Iqbal dalam orasinya dengan suara lantang yang menyebutkan,bahwa sebelum terjadinya penangkapan yang di lakukan oleh pihak kepolisian Polres Luwu Timur terhadap tiga orang aktivis, Ulla, Nimbrod, dan Eka, mereka melakukan aksi unjuk rasa, dengan membawa sejumlah tuntutan.

“Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 10 Maret 2022, kawan-kawan kita bersama masyarakat adat lingkaran tambang melakukan aksi unjuk rasa, menyampaikan aspirasi secara tertib, namun pada saat itu, ada kendaraan perusahaan berusaha menerobos barisan massa aksi, dengan dibarengi provokasi dari pihak security, dan akhirnya massa aksi di tabrak hingga berujung pada cedera dan luka-luka”. kata Muh.Iqbal.

“Secara spontan, massa aksi bereaksi, menghalangi kendaraan yang menerobos tersebut dan berujung pada pengrusakan kendaraan perusahaan, dan penganiayaan kepada sopir, namun itu semua reaksi spontan dari massa aksi, akibat tindakan penerobosan barisan massa aksi dan penabrakan,” sambungnya.

“Akibatnya, massa aksi langsung di amankan, dan sampai hari ini belum juga di bebaskan, padahal kita telah menempuh langkah-langkah Restorative Justice, atau kesepakatan damai antara dua belah pihak,” terang Muh. Iqbal.

Tak hanya itu,di Depan Polres Palopo, Jenderal Lapangan Muh.Iqbal mengatakan bahwa, pihak kepolisian polres luwu timur tidak lagi mengindahkan Restorative Justice dan terkesan arogan dalam kasus tersebut, meski kedua belah pihak telah mengadakan kesepakatan damai.

Sementara itu, wakil jenderal lapangan Komang Jordi saat orasi j0uga meneriakkan, aspirasinya, bahwa masyarakat lingkar tambang hanya mempertahankan hak, dan ruang hidupnya.

“Aksi unjuk rasa di Kota Palopo ini kita lakukan, sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan kita, karena sampai hari ini pihak Polres Luwu Timur belum juga membebaskan aktivis yang ditahan, padahal antara korban dan tersangka telah bersepakat untuk berdamai,” ungkapnya.

Massa Aksi unjuk rasa kemudian membawa sebuah tuntutan yakni :

1. Copot kapolres luwu timur dan copot kasat reskrim luwu timur

2. Meminta kepada kapolda sul-sel mengambil alih kasus kawan ulla dan dkk. Karna aliansi yang tergabung dalam koalisi linkar tambang pt vale indonesia.

3. Menganggap bahwa kapolres luwu timur dan kasat reskrimnya tidak pofesional dalam menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat di Luwu timur

Dari pantuan dilapangan, aksi solidaritas yang di gaungkan oleh aktivis ini, mendapat respon dari kalangan mahasiswa, dan buruh di Kota Palopo dengan membentuk aliansi, diantaranya EK-LMND Palopo, PC KMHDI Palopo, Komwil GAM Luwu Raya, BPC GMKI Palopo, KSN, PB IPMR, KPA PASIR, KKMJ, DPC SRMD Palopo, PP HMRI, HAM BASTEM, GERMAS LUTRA, dan IPMS.

( F Suade/Tim Media )

Komentar