Pengaruh Positif Petugas Dalam Peningkatan Efektivitas Pemungutan Retribusi

Berita14 Dilihat

Keterangan : Lukman Hamarong (Kepala UPT Pariwisata Disporapar Kabupaten Luwu Utara)

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentunya sangat diharapkan demi memperkuat keberlanjutan dan keberlangsungan proses pembangunan sebuah daerah. Mengingat PAD yang makin meningkat, akan sangat membantu pemerintah kabupaten/kota dalam membiayai berbagai kebutuhannya. Salah satunya melalui PAD di sektor pariwisata.

Pengertian pariwisata dapat dilihat pada Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Di mana Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Semuanya demi melayani kebutuhan wisatawan.

Wisatawan yang dimaksud di sini adalah warga negara Indonesia dan warga negara asing yang melakukan perjalanan wisata (traveling), yang biasa juga disebut pelancong, menuju ke sebuah tempat yang dianggap paling baik untuk menetap sementara. Antara pariwisata dan wisatawan ada hubungan simbiosis mutualisme yang tentunya saling menguntungkan.

Wisatawan yang hadir pada sebuah objek atau daya tarik wisata akan memberikan dampak ekonomi terhadap aktivitas kepariwisataan. Jika daya tarik wisata ini dikelola oleh pemerintah daerah, maka tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Maka dari itu, menjadi penting objek wisata ini dikelola dengan baik.

Peningkatan PAD di sektor pariwisata, utamanya pada objek wisata yang dikelola pemerinah, menjadi harapan yang mesti diwujudkan. Kendati demikian, hal itu tak bisa diwujudkan, jika tak ada upaya perbaikan infrastruktur pendukung di objek wisata. Karena dengan adanya perbaikan infrastruktur, akan makin meningkatkan efektivitas pemungutan retribusi.

Terkait dengan pemungutan retribusi, petugas yang ditugaskan memungut retribusi di lapangan tentu mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam efektivitas pemungutan retribusi. Makin tinggi kemampuan petugas dalam melaksanakan tugasnya, tentu akan linier dengan efektivitas pemungutan retribusi daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan PAD.

Pengaruh positif petugas retribusi dapat dilihat saat melaksanakan tugasnya di lapangan. Salah satunya adalah bagaimana petugas retribusi ini dapat lebih serius menjalankan tugasnya dalam pemungutan retribusi di tempat-tempat wisata. Mengingat capaian PAD, khususnya retribusi, tentunya akan sangat linier dengan performa positif petugas di lapangan.

Hal ini penting, karena petugas, baik yang memungut langsung retribusi maupun yang bertugas melakukan pembersihan pada spot-spot objek wisata yang dikelola, memegang peranan kunci dalam menjaga sirkulasi retribusi terhadap mobilitas pengunjung objek wisata. Maka dari itu, butuh kedisiplinan di tengah tingginya minat masyarakat dalam berwisata.

Saat ini, masyarakat dari strata sosial apa pun, dan dari daerah mana pun, tak lagi memilih-milih waktu dalam melakukan perjalanan wisatanya, termasuk dalam memenuhi hasrat bersenang-senangnya. Bahkan di hari kerja sekali pun, para pegawai pemerintah atau karyawan swasta, acap kali melakukan pertemuan resmi atau formal di tempat-tempat wisata.

Peluang ini perlu ditangkap dengan bijak oleh pengelola objek wisata yang menjadi domain pemerintah, termasuk petugas yang menjadi bagian terpenting dalam pemungutan retribusi. Ibarat puzzle, mereka adalah kepingan terpenting pemerintah. Konsep berpikirnya, bagaimana menangkap peluang dari tingginya minat masyarakat dalam bekerja sambil berwisata.

Saat ini, kantor tak lagi menjadi tempat utama untuk bekerja. Atau dengan kata lain, bukan lagi satu-satunya tempat untuk menuntaskan pekerjaan. Acap kali kita melihat ada pertemuan dilaksanakan di tempat-tempat terbuka. Menyatu dengan alam, serta menikmati pepohonan yang rindang, sambil mendengar kicauan burung yang menari indah di udara.

Semua itu bukan tanpa sebab, mengingat para pegawai atau karyawan juga butuh penyatuan antara berpikir serius dan berpikir santai, sambil menikmati panorama yang memesona, serta menikmati makanan yang ada. Nah, tantangan terbesar petugas objek wisata untuk selalu sigap menangkap peluang itu, yang tentunya berimbas pada kesejahteraan itu sendiri. (L/HS)

Tim CLS News.CO.id : HS

Komentar